Renungan Bagi yang di Tinggalkan

Article Islam

Di Basrah Pernah tinggal seorang yang taat beribadah, ketakutannya akan akhirat membuatnya menjadi  lemah secara fisik, terus menerus menangis akan semua kesalahannya yang lalu membuatnya kurus dan sakit, pada suatu ketika diatas ranjang  menjelang kematiannya, berkumpullah seluru keluarga disekelilingnya dan mereka mulai menangis.

Ia berkata kepada salah satu dari keluarganya “bantu saya duduk” katanya,

Iya mengarahkan pandangannya ke arah ayahnya dulu dan mulai bertanya ;

“wahai ayahku, apa yang membuatmu menangis?”

Sang ayah menjawab  “wahai anakku jika engkau mati aku akan merasakan kehilangan seorang putra yang baik”

Kemudian ia mengalihkan tetapannya ke ibunya dan berkata “wahai ibuku apa yang membuatmu menangis?” dan ibunya menjawab  “wahai anakku aku takut kehilangan seorang anak yang selalu berbakti kepadaku”

Selanjutnya ia melihat adiknya dan bertanya, “apa yang membuatmu menangis?”

“saya memangis takut kehilangan saudara yang selalu membantu saya dan akibatnya saya akan bergantung pada orang lain” katanya.

Dan terakhir ia melihat pada anak-anaknya dan bertanya, “wahai anak-anakku apa yang kalian tangisi?”

Salah satu anaknya menjawab, “kami belum sangup menjalani hidup jika kehilangan dirimu, dan kami akan menjadi anak yatim”

Seketika ia pun menangis, dan salah satu dari keluarganya bertanya, “apa yang membuatmu menangis?”

“Saya menangis karena saya melihat bahwa kalian masing-masing menangis untuk diri sendiri, dan bukan untuk saya” tuturnya.

Apakah tidak ada di antara kalian yang berseru untuk perjalanan panjang dan sulit yang akan saya mulai, apa persediaan (yaitu perbuatan baik) yang saya miliki untuk itu?

Apakah tidak ada di antara kalian yang menangis karena saya akan berbaring di tanah?

Apakah tidak ada di antara kalian yang menangis karena saya akan dimintai pertanggung jawaban (dan mungkin harus menanggung hukuman)? Apakah tidak ada di antara kalian yang menangis karena ketika aku akan berdiri di hadapan Allah atas semua yang ada (untuk penghakiman)? ”

Dan Dia kemudian menundukkan badannya, ketika mereka mencoba untuk memindahkannya, mereka menyadari bahwa ia baru saja mati.

Sumber: Al-Mawa’iz Wal Majalis. Text editing : wave moslem