Maksiat Terus Rizki Berlimpah Boleh Jadi Istidroj

Article Islam
Allah ta’ala berfirman:
فلما نسوا ما ذكروا به فتحنا عليهم أبواب كل شيء حتى إذا فرحوا بما أوتوا أخذناهم بغتة فإذا هم مبلسون
“Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, maka Kami bukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka sudah merasa senang dengan apa yang telah diberikan, Kami azab mereka dengan sekonyong-konyongnya, pada saat itulah mereka terdiam berputus asa.” (Al-An’am: 44)
Al-Hafidzh Ibnu Katsir menjelaskan, “Bahwa mereka berpaling dari peringatan Allah, melupakannya dan membuangnya dibalik punggung mereka. Kendati demikian Allah bukakan bagi mereka semua pintu rizki dari segala macam yang mereka pilih. Hal itu sebagai bentuk istidroj dari Allah untuk mereka dan kami berlindung kepada Allah dari muslihat-Nya. Dan setelah itu Allah azab mereka di saat mereka lalai dan merekapun akhirnya putus asa dari semua kebaikan.” (‘Umdatut Tafsir 1/773 – Syaikh Al-‘Allamah Ahmad Syakir)
Maka yang dimaksud istidroj adalah keadaan orang yang terus-menerus mendapat nikmat sedang dirinya tenggelam dalam kedurhakaan kepada Allah dan Rosul-Nya shollallahu ‘alaihi wasallam. Dia lalai dari peringatan Allah dan semakin bangga dengan kemaksiatan yang dilakukannya, maka pada saat itulah Allah timpakan azab kepadanya dengan sekonyong-konyongnya. Sebagaimana yang telah diingatkan Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya:
إذا رأيت الله يعطي العبد من الدنيا على معاصيه مايحب فإنما هو استدراج
“Apabila engkau melihat Allah memberi seorang hamba urusan dunianya sedang dia terus berada dalam kedurhakaan kepada-Nya dari hal yang dia suka, maka ketahuilah bahwa itu adalah istidroj seraya membacakan firman Allah (surat Al-An’am 44).” (HR. Ahmad dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam “Ash-Shohihah” 423 dari Uqbah bin Amir)
Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang senantiasa bermuhasabah dan mensyukuri semua nikmat dan karunia-Nya yang tak terhingga.(penulis manhajulhaq)